Selasa, 19 November 2013

Suluk kesempurnaan

suluk kesempurnaan



RANTING SEDAN:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

SEBUAH PENELUSURAN, PENEMUAN, DAN PENDALAMAN PRIBADI AJARAN “SETIA HATI"



I. SUATU PERTANYAAN PRINSIP ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

 SETIA HATI BUKAN NAMA PERGURUAN, BUKAN NAMA ORGANISASI AKAN TETAPI SUATU AJARAN/SUATU PRINSIP HIDUP/SUATU PETUNJUK MENUJU KASAMPURNAN
 TAHUKAH KITA, APA MAKNA & TUJUAN SEBENARNYA DARI FALSAFAH “SETIA HATI“ ?
 APAKAH KITA TELAH MENYADARINYA DAN MELAKUKANNYA ?
 BAGAIMANA METODE YANG KITA PERGUNAKAN ?

INTI FALSAFAH “ SETIA HATI “

TERDIRI DARI DUA SUKU KATA : “ SETIA “ & “ HATI

ARTI MAKSUD :

“ SETIA (KATA PERBUATAN SATU) “ DARI  DIRI

DIRI :
 WADAG (diatur oleh nafas, tanah, api, dan udara) DAN NYAWA/BADAN HALUS/KARTIKO–SUWASONO (menjadi badan kehalusan, dilengkapi Napsu2, dihidupkan oleh Nur Illahi, dijaga Malaikat & para Kadang sak kelahiran)

KEPADA HATI NURANI :
 Yang dimaksud adalah NUR ILLAHI/INGSUN/URIP LANGGENG yang bersemayam didalam hati nurani.

Jadi:
 SETIA HATI merupakan Falsafah Hidup, bahwa manusia Setia Hati adalah manusia yang sadar MENYATU antara WADAG (RAGA DAN NYAWA) dengan NUR ILLAHINYA ATAU SUKMA

RAGA DAN NYAWA YANG SETIA KEPADA “OSIKING KOLBU KANG SUCI/DAWUHING GUSTI“


Sehingga dapat diperjelas menjadi KESETIAAN TULUS DARI MANUSIA UTUH RAGA DAN NYAWA KEPADA TUHANNYA YANG MAHA SUCI, MAHA KUASA, KANG TAN KENO KINOYO NGOPO, KANG TANPO WINATES.
MANUSIA SETIA YAITU KATA PERBUATAN SATU.....PERBUATANNYA AKAN SAMA DENGAN PERKATAANNYA....SATU ATAU MANUNGGAL YAITU SUKMA KITA YANG MANUNGGAL DENGAN GUSTI, DAWUHING GUSTI ATAU BIMBINGAN NUR ILLAHI YANG BERSEMAYAM DI DALAM HATI NURANI. WADAG (RAGA DAN NYAWA) HANYALAH BUNGKUS. PERUMPAMAAN MANUNGGAL ADALAH SEPERTI GULA YANG MANUNGGAL DENGAN RASA MANISNYA, SEPERTI GARAM YANG MANUNGGAL DENGAN RASA ASINNYA, SEPERTI PENULIS YANG MANUNGGAL DENGAN PENANYA, SEPERTI PENARI YANG MANUNGGAL DENGAN TARIANNYA.TERCAPAI KESADARAN BAHWA MANUSIA HANYA RASA MANISNYA BUKAN GULA, MANUSIA HANYA RASA ASINNNYA BUKAN GARAM, MANUSIA HANYA PENANYA BUKAN PENULIS, MANUSIA HANYA TARIANNYA BUKAN PENARI.SEMUA MILIK DAN KARYA KITA DI DUNIA HANYA MILIK SANG SUMBER SEDANGKAN KITA HANYA ALATNYA SAJA. SEHINGGA TERCAPAI KESADARAN TULUS YANG DI HAYATI DENGAN BAIK BAHWA KITA SEMUA HARUS BERTERIMA KASIH KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA ATAS SEMUA KEJADIAN DAN KEADAAN YANG DIBERIKAN KEPADA KITA. KITA HARUS NDEREK KERSANE GUSTI.



II. SAPTO WASITO TOMO :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

1)TUHAN MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA SEISINYA DENGAN MELALUI SABDA NYA. SEBELUM DISABDA, SEGALA SESUATU BERADA PADA YANG MENYABDA

SEBELUM BUMI LANGIT ADA, MASIH PADANG AWANG UWUNG BELUM TERDAPAT APAPUN, YANG ADA ADALAH TUHAN = DZAT = HIDUP SEMPURNANYA TUHAN = DZAT HIDUP ABSOLUT, YANG MENGHIDUPI “
 MARGA WASPADA –MARGA WASKITA –MARGA BIJAKSANA “

GERAK DZAT HIDUP MENIMBULKAN PENJELMAAN, YANG KEMUDIAN DISERTAI SUARA GURUH DAHSYAT, JADILAH ALAM SEMESTA SEISINYA “ KUN FAYAKUN “ APA YANG DISABDAKAN MAKA JADILAH ITULAH SABDA SANG ESA

KATA2 : TUHAN –ALLAH –DZAT –YAHWE - GOD  = TUTUR KATA MAKNAWIYAH DALAM HAKEKAT FILSAFAT JIWA SEMPURNA DARI HIDUP TUHAN YANG LANGGENG KATA2: TUHAN –ALLAH = ANCAR2 SUATU PENUNJUKAN

2)SETELAH ALAM SEISINYA DISABDAKAN, MAKA TUHAN MENYERTAI SABDANYA

CIPTA DARI SABDA YANG ESA, ADALAH MANIFESTASI PENJELMAAN UCAP, YANG DISEBUT “ SUATU HIDUP YANG ESA “ CIPTA YANG TERJADI DARI SABDA NYA, MENGANDUNG DIA YANG MENYABDA SELAMA ALAM SEMESTA MASIH ADA, MAKA YANG MAHA ESA TETAP MENYERTAINYA & ADA KEHIDUPAN

DIA YANG MENYERTAI ITU, BERSEMAYAM DALAM LUBUK HATI SANUBARI /ANGKASA JANTUNG KEHIDUPAN BILA KEHIDUPAN ITU DITIADAKAN, MAKA DENGAN SENDIRINYA KEMBALI KEALAM SEMULA, IALAH ALAM SUWUNG/SONYA {Pada kebatinan Islam Jawa, disebutkan, Tuhan dalam diri manusia bersemayam dalam jagadte manungso yaitu : JONOLOKA/BETAL MUKADAS dikemaluan manusia (rumah tempat MANUSIA di sucikan) –ENDROLOKA /BETAL MUKARAM (rumah tempat MANUSIA diberikan larangan-larangan) dipusat jantung manusia –GURULOKA / BETAL MAKMUR di ubun2 atau susuhunan manusia (rumah tempat MANUSIA diberikan angan-angan atau inspirasi atau kecerdasan) } dimana ketiga Loka/Betal tersebut disebut dengan istilah TRILOKA)

3)BARANG SIAPA MELUPAKAN/MENINGGALKAN AS/SUMBERNYA, MAKA IA AKAN TERGELINCIR OLEH INGKUNGANNYA
 AS/SUMBER = GELAR KESAKTIAN YANG MAHA ESA, YANG BERSEMAYAM DALAM ANGKASA JANTUNG MANUSIA

AS/SUMBER = INTI SUBYEKTIFITAS YANG RELATIF = SIFAT ABSOLUT YANG MAHA ESA, YANG SELALU DALAM LINGKUNGAN KEHIDUPAN SEMPURNA

MENINGGALKAN AS / SUMBERNYA, BERARTI TERGELINCIR DARI LINGKUNGAN HIDUPNYA SENDIRI.

(Dalam kebatinan Timur, AS tersebut juga diartikan sebagai AXIS MUNDI, ialah AS/GARIS TEGAK LURUS yang menembus center ketiga dunia, ialah Dunia Arwah, Dunia Manusia, Dunia Tuhan, sehingga siapapun yang jauh dari As tersebut, akan jauh pula dari getaran hidup sempurna, dan demikian pula sebaliknya)

4)BARANG SIAPA TERLEPAS ATAU MENINGGALKAN KESEIMBANGAN, DIA AKAN TERGELINCIR

SECARA METAFISIKA, ARTI DARI KALIMAT DIATAS TERSIRAT DALAM KETERANGAN SAPTO WASITO TOMO KETIGA

PENGERTIAN LAINNYA ADALAH BAHWA KEBERADAAN AS/SUMBER DALAM WADAG, DIGAMBARKAN OLEH KEBERADAAN KELUAR MASUKNYA HAWA/PRANA/NAFAS SECARA WAJAR SEHINGGA BILA TIDAK DEMIKIAN, PASTI AKAN MENIMBULKAN HAL2 NEGATIF PADA WADAG JADI DIDALAM HIDUP

INI SELALU HARUS DIJAGA BERNAFAS SECARA TERATUR SEMPURNA, SESUAI DENGAN SIKON YANG DIHADAPI MANUSIA

(Ajaran bernafas secara benar dan sempurna, banyak ditemukan pada bermacam aliran, yang tergantung kepada untuk pengaturan pernafasan tujuan apa hal itu dilakukan).

5)BARANG SIAPA MELUPAKAN AWAL ATAU PERMULAAN, DIA TAK AKAN MUNGKIN MENCAPAI AKHIR ATAU TAK AKAN MUNGKIN MENG AKHIRI NYA

SAMADIWAN HARUS MENJALANKAN PERSIAPAN MATANG DENGANTEKAD DAN NIAT BULAT UNTUK MEMANTABKAN JADWAL PERMULAAN DAN PENGAKHIRAN SAMADINYA. JANGAN SE KALI2 MELAKUKAN “ COBA2 “

NIAT MEMULAI, HARUS TELAH DILANDASI KEBERANIAN KUAT DAN TABAH, DISERTAI KEPERCAYAAN DIRI PENUH, UNTUK PASRAH JIWA RAGA, PASRAH HIDUP MATI KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA

JANGAN DIKOTORI OLEH INGATAN SEDIKITPUN MENGINGINKAN PAHALA KERJA DAN PAMRIH, KARENA HAL ITU AKAN MENGGOYAHKAN PERMULAAN KITA DAN MENGABURKAN ARAH TUJUAN KITA

(Dalam ajaran Jawa, Sapto Wasito Tomo yang kelima ini mengandung arti INTI yang merupakan salah satu pokok menuju kasampurnan, ialah KEDAH PONO DUMATENG “ SANGKAN PARANING DUMADI “ = harus mengetahui darimana sebenarnya hidup ini, untuk apa hidupmu ini dan kemudian setelah itu akhirnya kita akan menuju kemana nanti)

6)BARANG SIAPA MENGAKUI HASIL KARYANYA SEBAGAI MILIKNYA SENDIRI, DIA AKAN TERBELENGGU OLEHNYA

BILA SAMADIWAN YANG KEMUDIAN MENCAPAI TINGKAT TINGGI DAN DAPAT MENCAPAI IDAMAN TUJUANNYA, SELANJUTNYA MENGATAKAN BAHWA DIRINYA SUDAH MENDAPATKAN/MEMILIKI HASIL TAPA BRATANYA, HASIL PAHALA KERJANYA, DAN AKHIRNYA MENGAKU BAHWA DIALAH PEMILIK SEMUANYA INI, MAKA MEREKA ITU AKAN TERHUKUM OLEH CIPTA/UCAPAN NYA SENDIRI

(Dalam Kejawen, amat diharamkan atau dihindari pengakuan akan KEBISAAN/KEISTIMEWAAN nya ini dihadapan umum atau diri sendiri, karena hal tersebut berarti bahwa dia masih GILA KADONYAN, bahkan condong MENYEKUTUKAN TUHAN. Dalam Suluk Karaton, tahap ini disebut sebagai TAHAP SAMPAI SITIHINGGIL yang amat gawat. Meleset sedikit maka dia akan TERBANTING KEMULA TAPABRATA YANG AMAT SUKAR UNTUK MEMULAINYA LAGI MENDAPATKAN PERKENAN HYANG WIDHI)

7)BARANG SIAPA SELALU MELATIH DIRI UNTUK DAPAT ATAU MERASAKAN SUMBER DARI RASA, NISCAYA IA AKAN MERASAKAN RASA YANG SEJATI, YAITU MERASAKAN SESUATU TANPA ALAT TUBUH (KAROSO TANPO SALIRO)

BILA INGIN MENCAPAI KESADARAN SAMADHI YANG SEMPURNA, PERMULAANNYA HARUS DIJALANKAN DENGAN MELAKUKAN LATIHAN2 SERIUS YANG BER ULANG2, TANPA BIMBANG DAN RAGU APALAGI BOSAN. SEHINGGA SETAHAP DEMI SETAHAP PENGUASAAN “ RASA “ ITU MENJADI SEMAKIN “ LICIN “ DAN LAMA KELAMAAN MEMUNCAK KE SIKON KESADARAN ROHANI TINGGI

DENGAN LATIHAN KONTINU DAN SERIUS, AKAN DAPAT MENEMBUS KEALAM RAHSO SEJATI (=ALAM DIMANA TAK ADA PERASAAN, TAK ADA INGATAN ALAM PELEPASAN, ALAM MERDEKA, ALAM MUKTI, NIRWANA, ALAM MOKSA DST)

(dalam ajaran kejawen, terdapat kata2 “ SUKSMO TELENG ING SAMADI “. Dalam Suluk Karaton, hal ini masuk dalam tahapan laku “ LEWAT KORI BROJONOLO, KEMUDIAN BERTAHAP MASUK KEDALAM KARATON INTI. Dalam Tasauf, hal ini masuk dalam tataran laku OLAH ROSO untuk mencapai WAHDATUL SUHUD, ialah MANUNGGALING ROSO KAWULO GUSTI)


BUKAN AZIMAT, BUKAN KERAMAT, TETAPI PENGETAHUAN DAN PETUNJUK PRINSIP MENUJU “ SETIA HATI “

SEMUA WARGA SH MULAI TINGKAT I SAMPAI III HARUS MENGERTI, MENYADARI DAN MELAKSANAKANNYA SECARA BERJENJANG, BERTINGKAT, SESUAI TINGKATNYA, KEMATANGAN DIRINYA, DAN KEMANTABAN TUJUANNYA

APAKAH KITA JUGA TELAH MELAKUKANNYA ?

INTI SARI SAPTO WASITO TOMO SETIA HATI:

KITA ADALAH MAHLUK CIPTAAN TUHAN YANG MAHA ESA DAN DIDALAM DIRI KITA TUHAN BERSEMAYAM DIDALAM HATI SANUBARI KITA

BERUSAHALAH UNTUK MENGETAHUI DAN MENYADARI “ SANGKAN PARANING DUMADI “ DAN BERUSAHALAH SELALU MELAKSANAKAN “ HAMAMAYU HAYUNING BAWONO “ DALAM HIDUP KITA DIDUNIA

DENGAN MENGERTI “ SANGKAN PARANING DUMADI “ DAN KEMUDIAN MELAKUKAN “ HAMAMAYU HAYUNING BAWONO “ MAKA KITA AKAN MENUJU LURUS KEARAH TUJUAN AKHIR KITA, IALAH KEMBALI KEALAM ASAL MULA KITA DENGAN SEMPURNA

UNTUK ITU MELATIH OLAH ROSO SECARA BERTAHAP, SEHINGGA MENCAPAI ROSO SEJATI, PERLU DILAKUKAN UNTUK SETAHAP DEMI SETAHAP LELAKU urip sajroning pati - pati sajroning urip, DALAM PERSIAPAN AKHIR HIDUP KITA SECARA SEMPURNA NANTI

DENGAN MELAKUKAN LATIHAN SAPTO WASITO TOMO MAKA UNTUK MENCAPAI KASAMPURNANING GESANG ING DONYA & UNTUK MENCAPAI KASAMPURNANING BALI MYANG SUWUNG AKAN MENDEKATI KENYATAAN

III. TINGKAT & WARNA JURUS SH   ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


TINGKAT I
TERDIRI 36 JURUS POKOK ATAS / BERDIRI GERAK LURUS –ZIKZAK –KEBLAT PAPAT LIMO PANCER gerak aktif, cepat, tepat Prinsip Falsafah : “ BERANI ITU BENAR, TAKUT ITU SALAH “

TINGKAT II
TERDIRI DARI 25 JURUS POKOK BAWAH, gerak pasif tetapi awas, reflektiff, tepat Prinsip Falsafah: “ BERANI KARENA BENAR, TAKUT KARENA SALAH “

TINGKAT III
TERDIRI DARI 1 JURUS POKOK DIAM ALIF, Diam tiada gerak, anteng, manteng sugeng, jineng Prinsip Falsafah : “ BERANI ITU SALAH, TAKUT JUGA SALAH “

 APA MAKNA YANG TERSIRAT DIDALAMNYA

TINGKAT I


TERDIRI 36 JURUS POKOK ATAS / BERDIRIGERAK LURUS –ZIKZAK – KEBLAT PAPAT LIMO PANCER gerak aktif, cepat, tepat Prinsip Falsafah : “ BERANI ITU BENAR, TAKUT ITU SALAH “

 Tingkat ini disebut sebagai tingkat awal, dimana SH yer dilatih untuk BERANI MENGHADAPI HIDUP (BUKAN BERANI MATI),MENERJANG TUNTAS APAPUN PENGHALANG YANG ADA DIDEPANNYA. Rawe2 rantas, Malang2 putung.

 “ Keberanian “ adalah KEMENANGAN YANG PERTAMA HIDUP KERAS PENUH TANTANGAN DISINI NGELMU “ KANOMAN “ amat dominan untuk menghadapi kekejaman duniawi.

TINGKAT II

 TERDIRI DARI 25 JURUS INTI BAWAH, gerak pasif tetapi awas, GERAKKAN SECARA REFLEKS, dan harus tepat Prinsip Falsafah: “ BERANI KARENA BENAR, TAKUT KARENA SALAH “. SHyer dididik menyatukan CIPTA –RASA –KARSA nya

Gerak bawah reaktif cepat dan tepat. Setiap jurus merupakan pertahanan dan serangan balik. Serangan-serangan sudah tidak mematikan lawan, hanya membuat lawan mundur dan mengurungkan serangan.

TINGKAT III

Jurus ini terbagi dalam 3 bagian:

Bagian 1, filosofinya merupakan puncak kanuragan, sekali gerak musuh harus mati. "nora nono srengenge kembar".

Bagian 2, filosofinya sama dengan bagian 1 tapi energi di kurangi sesuai dengan kekuatan lawan. TIDAK MAU KALAH TAPI JUGA TIDAK MAU MENANG.

Bagian 3, filosofinya berani salah takut juga salah. Akhir dari semua kita sudah diam tidak ada jurus. PASRAH NDEREK KERSANE GUSTI.

JADI:


 TINGKAT DAN JURUS SETIA HATI PUN PADA HAKEKATNYA MERUPAKAN GAMBARAN PETUNJUK/SULUK BAGAIMANA HIDUP DIDUNIA SECARA SEMPURNA DAN BAGAIMANA KITA DAPAT MATI SECARA SEMPURNA SEHINGGA HIDUP LANGGENG MENYATU DENGAN TUHAN

DALAM AJARAN PARA LELUHUR JAWA, TERSURAT DAN TERSIRAT APA YANG DIMAKSUD SAMPURNA SEBAGAI BERIKUT:

Dari sudut Kepribadian, mengidealkan MENUNGSO KANG “ SATRIYO PINANDITO “
Dari sudut Sosial, mengidamkan MANUNGSO KANG BISO MANJING AJUR AJER, KANG BISO RUMONGSO, ORA RUMONGSO BISO
Dari sudut Ekonomi , mengidealkan MENUNGSO KANG URIPE GANGSAR REJEKINE
Dari sudut Politik, mendambakan PIMPINAN KANG ASIPAT “ MANGKU –MENGKU – HAMENGKONI “
Dari sudut Kebudayaan, mengidealkan SENI KANG ADILUHUNG
Dari sudut Ilmu Pengetahuan, mendambakan MENUNGSO KANG MUMPUNI LAN NIMPUNO
Dari sudut ke Tuhan an mengidealkan MANUNGSO KANG SAMPURNA
Dari sudut Filsafat, mendambakan MENUNGSO KANG NGREGEM BENER TUR PENER
Dari sudut Spiritual mendambakan MANUNGGALING KAWULO GUSTI


INTI LELAKU MANUSIA SH:
 DASARNYA MENGERTI DAN MENYADARI SANGKAN PARANING DUMADI

LAKU HORIZONTAL HAMAMAYU HAYUNING BAWONO LAKU VERTIKAL MANUNGGALING KAWULO GUSTI MANUNGGALING JAGAD AGENG LAN JAGAD ALIT

ALAM SEMESTA = JAGAD ALIT, BATIN MANUSIA = JAGAD AGENG. BATIN MANUSIA DI DALAM ADALAH JAGAD YANG LEBIH BESAR DARI ALAM SEMESTA DI LUAR.

MANUSIA HARUS SELALU MELATIH MENYATUKAN DIRI DENGAN ALAM MELALUI:


NGANGKAH Berniat teguh, sungguh2, tiada ragu secuilpun
NGUKUT Menghentikan pakarti ala dari jiwa maupun raga
NGIKET mengikat dan memusatkan jiwa pada satu tujuan
NGRUKET, TRIKALOKA KAKUKUT mengikat dan menyatukan jagadte manungso: Janaloka/Betal Mukadas, Endraloka/Betal Mukaram, Guruloka/Betal Makmur


SETIA HATI YANG DILENGKAPI DENGAN SAPTO WASITO TOMO & TIGA TINGKATAN2 JURUS SILAT NYA MERUPAKAN PENGETAHUAN DAN PETUNJUK PENTING MENUJU KASAMPURNAN

AJARAN SETIA HATI BISA DIPELAJARI DAN DIPRAKTEKKAN BERDASARKAN KEMAUAN DAN KEMAMPUAN PRIBADI MASING-MASING. DARI SEKIAN BANYAK PERBENDAHARAAN ILMU CARILAH YANG PALING COCOK UNTUK DIRI SENDIRI DAN BILA MENYANGKUT ORGANISASI HORMATILAH PERATURAN ORGANISASI DAN BILA MENYANGKUT PERSAUDARAAN HARUS MENGUTAMAKAN TATA KRAMA, TEPO SELIRO DAN HAK AZASI MANUSIA. MANUSIA PADA DASARNYA SELALU BODOH DAN LAPAR SEHINGGA MEMERLUKAN ILMU PENGAJARAN UNTUK MENGURANGI KEBODOHAN DAN MENGATASI RASA LAPAR KEINGINTAHUANNYA.CARILAH ILMU SAMBIL HAMAMAYU HAYUNING BAWONO.


Sekian sekelumit rangkuman kesempurnaan ajara kita…

SEDAN……….
Bajank rana






MAKNA M O R I dlm PSHT

Makna mori:





makna mori dalam pengesahan psht
Arti mori dalam pengesahan:

Mori dalam SH Terate adalah lambang, tanda, bendera, yang menyatakan bahwa pemilik dari mori tersebut adalah warga Setia Hati Terate yang sah / yang sudah disahkan.
Mori berwarna putih1 melambangkan kesucian hati, dalam arti selalu berbuat kebajikan, tidak mempunyai sifat tercela, dan tidak mau pemiliki barang-barang-barang yang tidak sah / bukan miliknya. Warna putih juga melambangkan kepasrahan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Mengenai panjang mori sebaiknya sakdedeg sakpengawe ( dapat dilebihi sedikit ) ini juga suatu lambang bahwa hendaknya cita-cita/kemauan kita harus diukur dengan kemampuan yang ada.
Mori harus disimpan di tempat yang bersih, rapi dan mudah dilihat, ini agar kita selalu teringat dan merasa terpanggil untuk berbuat baik dan berbudi luhur. Bila bepergian jauh mori pengesahan bisa dibawa ( untuk kendit ) ini untuk mengingatkan kita bahwa kita harus selalu menjaga kesucian hati ( sing sopo suci bakal adoh beboyo pati ). Juga seandainya kita dalam perjalanan jauh kita meninggal dunia (na’udzu billah…!!!) tiba-tiba, maka orang yang menemukan jasad kita tidak akan sulit mencari pembungkus jasad kita, karena kita sudah mempersiapkan pembungkus jasad kita sendiri dengan baik.
Kebiasaan di SH Terate mori biasanya dicuci pada bulan suro, tapi sebenarnya kita dapat mencuci mori sewaktu-waktu. Dan mencucinya dibilas dengan air kembang setaman yang baunya harum, maksudnya kita selalu menjaga keharuman nama kita, jadi semakin lama kita hidup haruslah tingkah laku kita semakin baik, tidak semakin jelek. Yang perlu diingat oleh sedulur Warga Persaudaraan Setia Hati Terate bahwa mori merupakan lambing kesucian dalam berprilaku.
Demikian penjelasan singkat mengenai mori pengesahan warga setia hati terate, semoga pengertian ini dapat diterima dengan baik dan tidak menimbulkan pandangan negative bagi orang yang kurang mengerti arti mori pengesahan tersebut.
1 Mori putih yang dimaksud adalah kain yang berwarna putih, mengenai bahannya boleh sembarang bahan, misalnya : beludru, katun, sutera, dll. Tapi biasanya mori yang dipakai pengesahan adalah mori dari bahan katun yang bahannya sederhana dan murah harganya, ini melambangan bahwa warga SH Terate harus dapat hidup sederhana.


ASPEK DASAR PSHT

ASpek dasar PSHT;


dalam Rangka pembentukan manusia yang berbudi luhur tinggi dan benar, persaudaraan setia hati terate mendidik siswa dan warganya dalam lima aspek yaitu :
  1. PERSAUDARAAN
  2. OLAHRAGA
  3. KESENIAN 
  4. BELADIRI
  5. KEROHANIAN


PERSAUDARAAN
apabila rasa persaudaraan telah tertanam pada setiap dada warga PSHT sebagai lambang maupun diri pribadi sebagai warga.
  • Berkedudukan sederajat denganrasa tulus dan ikhlas terhadap sesama mahluk tuhan yang maha esa dedalam pencak silat diwujudkan dalam gerakan pembukaan
  • saling menghargai, saling membutuhkan, saling kasih sayang dan saling bertanggung jawab.
  • ditanamkan jiwa yang besar yaitu saling memaafkan
Hal-hal yang perlu dijaga dalam pemeliharaan PERSAUDARAAN ynag kekal abadi:
  • tidak boleh bertindak sewenang-wenang antara saudara tua kepada saudara muda maupun sebaliknya
  • tetap selalu berpedoman kepada ajaran-ajaran PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE yang berlaku
  • tidak boleh merasa paling super ( ojo sok rumongsi biso nanging sing biso romongso )
  • apabila berbicara dipikir dulu masak-masak, jangan asal berbicara yang dapat menyinggung perasaan orang lain ( ngomonga kanti wewaton ojo waton ngomong )
  • bersikap dewasa, prilaku terkendali sehingga tidak memutuskan Persaudaraan hanya karen masala spele
OLAHRAGA
Persaudaraan setia hati terate mengolahragakan para siswa dan warganya agar sehat dan kuat melalui latihan pencak silat yaitu membentuk urat sutera tubuh sehingga menumbuhkan gerak bawah sadar atau reflek pencak silat.

KESENIAN
didalam pencak silat terkandung pula seni- seni bela diri yaitu gerakan-gerakan yang mengandung rasa keindahan, oleh karena itu persaudaraan setia hati terate berupaya menggabungkan seni bela diri dengan seni tari, seni musik atau yag lainnya dengan demikian persaudaraan ikut melestarikan budaya-budaya nusantara.

BELA DIRI
pencak silat adalah salah satu ajaran PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE dalam tinggkat pertama berintikan seni olahraga yang mengandung unsur pembela diri yang bersumber pada budaya asli bangsa indonesia, pencak silat sebagai unsur bela diri digunakan dalam rangka mempertahankan keselamatan, kehormatan, dan kebahagiaan, serta untuk mempertahankan kebenaran setiap penyerangan.

KEROKHANIAN
pendidikan kerohanian mengarah kepada kebesaran jiwa setiap warga PSHT dan ketaqwaan kepada tuhan yang maha esa dengan menjalankan perintah dan menjauhi segala larangannya, pemberian bekal kerokhanian dan terciptanya keseimbangan antara raga dan jiwa, sekuat dan setinggi apapun kemampuan bela diri jika tidak diimbangi kekuatan rohani menjadi orang sombong,





Falsafah falsafah dlm PSHT:

*Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat nagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat).

* Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).

* Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar)

* Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan)

* Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).

* Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman (Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).

* Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).

* Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jjangan suka berbuat curang agar tidak celaka).

* Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo (Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).

* Aja Adigang, Adigung, Adiguna (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti).

* sepiro gedhene sengsoro yen tinompo amung dhadi cubo( seberapa besar masalh jika diterima dengan lapang/ikhlas hanya menjadi cobaan/ringan
KAUTAMANING LAKU


YANG LAMA, KITA PAHAMI,

YANG KINI KITA MENGERTI, KEDEPAN KITA SIKAPI

1.     Wong eling ing ngelmu sarak dalil sinung kamurahaning Pangeran.
2.    Wong amrih rahayuning sesaminira, sinung ayating Pangeran.
3.   Angrawuhana ngelmu gaib, nanging aja tinggal ngelmu sarak, iku paraboting urip kang utama.
4.    Aja kurang pamariksanira lan den agung pangapunira.
5.  Agawe kabecikan marang sesaminira tumitah, agawea sukaning manahe sesamaning jalma.
6. Aja duwe rumangsa bener sarta becik, rumangsa ala sarta luput, den agung, panalangsanira ing Pangeran Kang Maha Mulya, lamun sira ngrasa bener lawan becik, ginantungan bebenduning Pangeran.
7. Angenakena sarira, angayem-ayema nalarira, aja anggrangsang samubarang kang sinedya, den prayitna barang karya.
8.    Elinga marang Kang Murbeng Jagad, aja pegat rina lan wengi.
9.    Atapaa geniara, tegese den teguh yen krungu ujar ala.
10. Atapaa banyuara, tegese ngeli, basa ngeli iku nurut saujaring liyan, datan nyulayani.
11.  Tapa ngluwat, tegese mendhem atine aja ngatonake kabecikane dhewe.
12. Aprang Sabilillah, tegese prang sabil iku, sajroning jajanira priyangga ana prang Bratayudha, prang ati ala lan ati becik

DO A

DO'A


                                                          Bismillahirrohmaa Nirrohim.

Ya Tuhanku, di sini berdiri orang yang telah mengesakan Engkau dengan keesaan yang menjadi hak-Mu, dan yang tidak memandang siapa pun yang patut akan pujian dan pujaan ini selain Engkau. Keinginan hamba kepada-Mu adalah sedemikian sehingga tiada selain kemurahan-Mu yang dapat memenuhi kekurangannya, dan tidak ada yang memberikan kebutuhannya kecuali kekusaan dan kemurahan-Mu. Maka karuniakanlah kami di tempat ini kehendak-Mu dan bebaskan kami dari menadahkan tangan pada siapa pun selain Engkau. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu

Demi Allah, Tuhan yang roh seisi langit dan bumi ada dalam genggaman tanganMu. Malam ini, kami dan saudara-saudara kami Keluarga Besar Setia Hati Terate bermunajat kepadamu. Karena kami yakin, hanya kepadaMu kami menyembah dan kepadaMu juga kami memohon pertolongan.

Wahai Penguasa Alam, dan Penguasa Langit serta Kerajaan Yang Agung. Di hadapan-Mu kami tak lagi punya apa-apa. Yang kami punya malam ini, hanya doa untuk memohon kepada-Mu. Karena itu, kami dan saudara kami Keluarga Besar SH Terate memohon padaMu. Ampunilah dosa-dosa kami. Dosa-dosa ibu-bapak kami. Dosa-dosa guru kami, leluhur kami dan khususnya dosa-dosa pendiri SH Terate serta dosa-dosa saudara-saudara kami yang telah ikut berdharma mengajarkan budi luhur lewat organisasi SH Terate yang Engkau ridloi.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat, sehingga kami tak sanggup memikulnya. Bari kami maaf, ampuni dosa kami, dan rakhmatilah kami.

Ya Allah, Tuhan Yang Mampu mengekalkan rasa persaudaraan dalam jiwa.Kami yakin, persaudaraan yang kami bina dalam SH Terate ini tidak akan langgeng tanpa ridlomu. Karena itu, kami mohon kepadamu, kekalkanlah rasa persaudaraan di antara kami. Sehingga, kami tetap guyup dalam kerukunan dan rukun dalam keguyuban atas lindungan dan petunjukMu.

Ya Allah, Tuhan Yang Roh kami dan saudara-saudara kami ada di dalam genggaman tangan-Mu. 
 Jangan jadikan kami kaum yang bercerai berai.
Hindarkan kami dan saudara-saudara kami dari fitnah, sombong, iri, dengki, dakwen dan salah open.

Ya Allah, Dzat Pemilik Cahaya Kasih. Berikanlah kemampuan kepada kami untuk membedakan antara yang haq dan yang batil. Beri kami kekuatan untuk mengatakan yang benar adalah 
semata-mata kebenaran dariMu dan yang salah semata-mata kesalahan dan kekhilafan kami.
Berkahilah jalinan persaudaraan kami ini dengan ilmu yang membawa barokah, dharma yang membuahkan rakhmat dan petunjuk yang menuntun kami dan saudara-daudara kami ke jalan yang Engkau Ridloi.

Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka. Kami yakin, segala kekuatan dan kesaktian yang ada di muka bumi ini semata-mata hanya kekuatan dan kesaktian dariMu. Ya, Allah, kabulkanlah doa kami dan saudara-saudara kami ini.Segala puji bagiMU, Ya Allah, Tuhan Alam Semesta. Amin.
Ya Allah, Tuhanku, izinkan kami bersemboyan:

SELAMA MATAHARI MASIH BERSINAR, SELAMA BUMI MASIH
DIHUNI MANUSIA, SELAMA ITU PULA SH TERATE,  TETAP JAYA, KEKAL ABADI, SELAMA-LAMANYA.


ARTI BEAD PSHT

                                                 


Arti Bead PSHT:



                                                   

MAKNA LAMBANG
1.           Bentuk Segi Empat Panjang             :  bermakna perisai
2.           Dasar Hitam                                   :  bermakna kekal dan abadi
3.           Hati Berwarna Putih Bertepi Merah :  bermakna cinta kasih ada batasnya
4.           Sinar                                               :  bermakna memancarkan cinta kasih
5.           Persaudaraan                                  : bermakna mengutamakan nilaipersaudaraan
6.           Setia Hati                                        :  bermakna yakin / percaya pada dirinya sendiri
7.           Terate / Bunga Terate                      :  bermakna dapat hidup disegala cuaca
8.           Bunga Terate(kuncup, setengah mekar, mekar) :  bermakna berbeda-beda tetapi tetap         satu
9.           Garis putih tegak lurus di tengahnya ada garis merah        :  bermakna berdiri diatas kebenaran dan keadilan
10.     Senjata Persilatan             :  bermakna pencak silat sebagai benteng dalam    persaudaraan
                                                                     —oo0oo—




Arti sabuk dalam PSHT:

~arti sabuk polos/hitam =Sabuk polos atau hitam secara mendasar mengandung arti bahwa
siswa yg berada di tingkat
polos adalah siswa yg buta atau tidak
mengetahui dgn baik
organisasi Persaudaraan
Setia Hati Terate. Warna
hitam menunjukkan warna
dasar dari pakaian SH Terate sehingga warna
sabuk polos dapat berarti
juga siswa polos adalah
siswa yg baru blajar dan
baru mengenal
Persaudaraan Setia Hati Terate dan tidak boleh
ditunjukan kepada orang
lain.

~Arti sabuk jambon/
merah muda
:   
 Sabuk jambon atau merah muda secara mendasar
mengandung maksud
bahwa siswa jambon
adalah siswa yg mulai
mengenal SH Terate dan
mengenal arah yg benar. Warna jambon atau merah
muda mengandung arti
warna keragu-raguan,
jadi sifat ragu-ragu selalu
ada di siswa tingkatan
jambon. Dalam berbagai sumber, jambon juga
mengandung maksud
adalah sifat matahari yg
terbit atau sifat matahari
yg terbenam, yaitu sifat yg
mulai mengarah ke suatu kepastian tetapi masih
dalam taraf mengantung
dan belum tetap
wataknya.

~Arti sabuk hijau: Sabuk hijau secara mendasar mengandung
maksud bahwa siswa
hijau adalah siswa yg
sudah mantap/tenang
hatinya. Warna hijau
mengandung arti warna keadilan dan keteguhan
dalam menjalani sesuatu.
Sifat inilah yg di harapkan
terbentuk pada siswa
hijau, dimana siswa
tersebut maupun berbuat adil, mulai dididik untuk
madep, karep, mantep,
dengn mengutamakan
ajaran SH Terate
.

~Arti sabuk putih:

Sabuk putih atau putih kecil adalah tingkatan
siswa yg terakhir dalam
latihan Persaudaraan Setia
Hati Terate. Sabuk putih
berarti bahwa seseorang
yg telah mencapai tingkatan ini adalah orang
yg telah mengerti arah yg
sebenarnya dan telah
mengetahui perbedaan
antara benar dan salah.
Pada tingkatan ini, seorang siswa akan
menamatkan pelajaran SH
Terate baik pelajaran olah
kanuragan (beladiri)
maupun pelajaran
kerohanian/ke-SH-an. Warna putih
melambangkan kesucian,
oleh karena itu sifat dan
watak yg diharapkan dari
siswa tingkat putih adalah
siswa tersebut dapat bertindak berdasarkan
prinsip kebenaran, dan
bersikap tenang seperti
air yg mengalir. Dalam
suatu pepatah SH Terate
disebutkan "tiniti liring, tindak ing ati".